PENGANTAR FILSAFAT ISLAM

Filsafat berasal dari akar kata : Philos (Cinta) + Sophos (Kebijaksanaan)

Filsafat yaitu falsafah /hukum,Esensi manusia itu apa ?

Phytagoras (abad 6 S.M) seorang filosof bijak (Sophis), saintis matematika

Socrates (abad 4-5 S.M) melakukan pembaharuan terhadap kaum sophis.

Protagoras adalah seorang tokoh kaum sophis.

Filsafat penuh dengan makna hidup yang tersirat

Filsafat sehari-hari dikenal dengan :

  1. Prinsip hidup

  2. Pedoman negara

  3. Makna,Visi,Nilai

Falsafah adalah suatu pandangan mendunia (world view),untuk hal-hal yang tidak akademis.Dasar kebijakan filsafat adalah akal (Hukum-2/Prinsip-2 akal)

Ilmu filsafat yaitu suatu disiplin ilmu yang merefleksikan hakekat segala sesuatu sebagaimana adanya (Maujud ,Ghairu Maujud) Maujud mahuwa Maujud) secara radikal,menyeluruh dan matematis.

Filsafat sebagai perenungan mengusahakan kejelasan, keruntuhan, dan keadaan memadainya pengetahuan,agar kita dapat memperoleh pemahaman.

Filsuf dianggap sebagai orang ayng memandang segala sesuatu “dari sudut keabadian”, dan karenanya menemukan ketiadaan sifat penyingnya segala sesuatu.

Atau dianggap sebagai orang yang memandang manusia sebagai sesuatu yang tidak berarti,dan karenanya bersikap acuh tak acuh terhadap segala hal.

Filsuf merupakan ‘mesin yang berpikir’ tanpa suatu perasaan apapun.

Ciri-ciri pikiran kefilsafatan :

  1. Suatu bagan konsepsional

  2. Sebuah system filsafat harus bersifat koheren (Runtuh)

  3. Pemikiran secara Rasional

  4. Menyeluruh (Komprehensif)

  5. Suatu pandangan dunia (World View)

  6. Suatu definisi pendahuluan

Metode filsafat :

  1. Analisa (Perincian)

  2. Sintesa (Pengumpulan)

Analisa :

  1. Eksistensi & Intensi

  2. Definisi Ostensif

  3. Makna tidak indentik dengan kebenaran

  4. Filsafat kritik

Sintesa :

Filsafat spekulatif sebagai penyusunan system

Perangkat metodologi :

  1. Logika

  2. Induksi

  3. Deduksi

  4. Analogi

  5. Komparasi

Ruang lingkup filsafat

  1. Radikal/Mengakar

  2. Refleksif/Kontemplasi/Perenungan

  3. Matematis (logika)

  4. Komprehensif

Kenapa ada studi filsafat ?

Mengapa manusia berfilsafat ?

  1.  
    • Karena berfilsafat merupakan bagian tak terpisahkan di struktur & cara keberadaan manusia itu sendir.Eksistensi itu adalah fitrah,walaupun terputus dengan kematian-proeses regenerasi.

Keberadaan filsafat itu sendiri karena :

  1. manusia pencari makna (meaning), manuisa belum puas bila mendapatkan makna.(Hikmah).

  2. Rindu kepada pengetahuan mengungkap realias (kenyataan),mendapatkan kebenaran (The Truth)



Manusia mempunyai dua sisi yaitu

  1. Terbatas

  2. Dalam ide tidak terbatas ide kesempurnaan

Kemunculan ide terbatas dan tak terbatas menimbulkan ketegangan filosofis

Esensi hewan hidupnya tidak terbatas tidak memikirkan masa depan dan tidak punya rencana hidup (Life of plan).

Empiris (Indrawi) bersifat terbatas

Waktu merupakan dimensi ke 4 dari ruang :

Metafisika : Filsafat,imajinasi,tak terbatas

Matematika : Empiris

Fisika : Ruang, terabatas

Esensi kebahagiaan :

  1. Percaya diri

  2. Mandiri

  3. Berpengetahuan

Alasan-alasan manusia berfilsafat :

  1. mencari makna (manusia adalah makhluk pencari makna)

  2. mencintai pengetahuan dan kebijaksanaan / kebenaran

  3. mencari pendasaran rasional,why ?

A Reason = sebuah alasan, To Reason = berpikir

  1. Merengkuh kesempurnaan (kepenuhan) yang tak kunjung sampai

Manusia makhluk Paradoks = punya ide yang tinggi,fisik rentan sekali

sehingga melahirkan ketegangan filosofis.


Makhluk Potensial X Makhluk de Facto

(Spt Manusia) (spt batu,kusing,malaikat)

Eksistensial : berhubungan dengan hakikatada yang terdalam, dan bukan sekadar

dengan atribut-atribut (esensi,dalam makna kuiditas) yang

sesungguhnya “hanya menempel“ pada ada itu.

Eksistensi : ada-nya sesuatu,sebagai jawaban terhadap pertanayaan “adakah (sesuatu)

Itu ?”; berlawanan dengan esensi (dalam makna kuiditas), yang

menekankan apa-nya sesuatu itu (apakah sejatinya),sebagai jawaban

terhadap “Apakah itu ?”.

 

Mengadakan potensi yang tidak ada.contoh : Mulla Shadra ; ‘ Ilmu itu bagian

dari wujud’.

Epistemologi ; berasal dari yunani

Episteme = pengetahuan, Logos = Ilmu

Ilmu tentang sumber-sumber, batas-batas dan verifikasi (pemeriksaan

nilai kebenaran) ilmu pengetahuan.

Ontologi : Ilmu tentang hakikat ada (wujud dan maujud),wujud murni.

Skeptisisme : dapat berarti ketidakpercayaan total dan penuh akan segala sesuatu atau

sekadar sebuah keraguan terbatas dalam proses mencapai kepastian.

Mistisisme : Kepercayaan bahwa kebenaran tertinggi tentang realitas hanya dapat

diperoleh melalui pengalaman intuitif suprarasional,bahkan spiritual dan

bukan melalui akal (rasio atau reason) logis belaka.

Spiritualisme : Pandangan bahwa realitas puncak yang mendasari semua realitas

adalah ruh.Bisa juga identik dengan mistisme.

Teleologis ; Telos = Tujuan, Logos = Ilmu

Kajian tentang fenomena yang menampakkan keteraturan, desain, tujuan,

akhir,cita-cita,tendensi,sasaran,dan arah.

Sigmund Freud = moralitaas terbentuk dari luar

John Lock = Ajaran menentang pemikiran Kristen

Logika Induktif = pemikiran akal,spt :Besi selalu memuai bila dipanaskan berasal dari besi dipanaskan hari ini memau,besi satunya lagi dipanaskan besok kuga memuai.


Triniteisme : Bahwa Tuhan itu satu tetapi beroknum tiga

Politeisme : Tuhan itu banyak,masing-masing mempunyai tugas dan wewenang

sendiri.

Panteisme : Antara Tuhan dan alam tidak ada jarak.

Teisme : Tuhan ada

Deisme : Tuhaan menciptakan alam ini pada permulaannyaa.Setelah dicipta yang

pertama itu,Tuhan membiarkan alam ini masing-masing berkembang atau

berjalan sendiri

Ateisme : Bahwa Tuhan tidak ada

Agnotisisme : Ketuhanan antara teisme dan ateisme.

Theodicea / Theologia :membicarakan Tuhan dari pikiran (akal), untuk

membedakannya dari pembicaraan Tuhan dari segi wahyu atau iman.

Potensi-potensi khas manusia belum teraktualisasi yaitu :

  1. Intelektualitas : Ilmu

  2. Spiritualitas : Kesucian harapan

  3. Moralitas (kehendak) : Perilaku

Keinginan  Respon tubuh

Kehendak  Jiwa Rasional

Kesadaran menyedang  proses aktualisasi diri, potensi kemanusiaan

Kesadaran kebelumselesaian

Kesadaran berkesudahan

Super Ego  Prinsip moralitas (Relatif)

Ego  Prinsip realitas

I’d  Prinsip keinginan (kenikmatan)/ Principle of pleasure

Stimulus   respon tubuh

Berjiwa tua mempunyai keinginan kecil,berjiwa muda berkeinginan besar.

Islam adalah eksistensialis, karena ada tujuan (Telos) yaitu menuju Allah

Perkembangan hewan secara fisiologis cepat disbanding manuisa dan sudah spesialisasi sedangkan manusia belum ada spesialisasi.

Filsafat adalah berpikir dan merasa sedalam-dalamnya terhadap segala sesuatu sampai kepada inti persoalan. Kata lain dari filsafat adalah hakikat dan hikmah.

Objek formal ilmu filsafat adalah kebenaran,kebaikan, dan keindahan secara berdialektika.Manfaat berfilsafat :Berpikir kritis, Tidak menerima sesuatu, Tidak menolak sesuatu, Tanpa argumen (reason/alasan).

Unsur filsafat : Logika, Etika, Estetika.Objek materialnya : Akal untuk logika (Ilmu), Budi untuk etika (Moral), Rasa untuk estetika (Seni). Mengapa muslimperlu berfilsafat ? Empat pintu masuk pintu studi filsafat, terdiri dari factor Eksternal dan Internal,faktor eksternal yaitu : penafsiran ulang terhadap hasil kajian ulama-ulama terdahulu, banyaknya pandangan dunia dalam sistem budaya, Faktor Internal : Dorongan Al qur’an untuk berfikir,tuntuan Islam untuk menggunakan akal.

“Aqinu Aqlun” (HR.Ibnu Mas’ud) = Agama itu akal ,Tuntutan Islam untuk menggunakan akal maka membutuhkan studi filsafat.

Sejarah filsafat ; mengetahui latar belakang lahirnya pemikiran filosofis, menyimak perkembangan pemikiran, mengenal aliran-aliran filsafat secara kronologis, mengetahui karakter masing-masing periode/zaman.


Periodisasi pemikiran filsafat :

  1. Zaman Hikmah : Nabi Idris/Bapak Filosof Abu Hukama atau Hermes (Yunani), Nabi Nuh/Noah (Istilah Yunani).

  2. Zaman Pra Socrates : Thales ; segala sesuatu dari air, Anaxagoras ; segala sesuatu dari udara,Empedocles,Phytagoras

  3. Zaman Yunani klasik : Socrates (wafat 3399 SM),lato (3-4 SM) Aristoteles (-+ 3 SM)

Aristoteles (384-322 SM),cirinya:

  1. menentang paham-paham relatf – skeptisisme.,menginternalisasi

ilmu logika, menunjukkan 17 kesalahan berpikir.

  1. menolak dunia ide plato

  2. pengetahuan berasal dari pross abstraksi akal.

  3. tertarik dengan ilmu-ilmu alam

  4. teori hylemorphism yaitu hyle  materi

morph  bentuk (pengertian entitas), forma

Manusia Jiwa : bentuk,” daya aktos (murni)”

Badan : materi

Hubungan erat antara badan dan jiwa ;

“Tidak ada materi tanpa bentuk,tak ada bentuk tanpa materi “

Kebijaksanaan Teorea/Teoritis subyektif ; kearifan  akal aktif

Phronesis / praktisi


Ibnu Sina (Avicenna) : ada ide sendiri – plato, aristoteles

Pengetahuan empiris  pengetahuan konseptual

abstraksi

Benda  konsep,ide  kata


Plato (428-348 S.M)

  1. Meneruskan upaya socrates membangun sistem pengetahuan yang universal, Menentang faham sofisme.

  2. Seperti Socrates, plato perhatian terhadap moralitas politik

  3. Gemar matematika & metafisika.kurang menyukai ilmu-ilmu alam

  4. Punya dua dunia :

    1. dunia ide (realitas eksternal – obyektif) : tetap,sempurna,abadi

    2. dunia fisik : berubah,nisbi,relatif

  5. Mengetahui recollection

  6. Pengetahuan : Episteme : pengetahuan tentang dunia ide (sempurna)

Dexa : opini,hal dunia fisik

  1. Meyakini doktrin eksistensi jiwa (jiwa sudah eksis sebelum kita lahir)

  2. Dualisme jiwa & tubuh (dua substansi yang terpisah)

Sufi yang tidak mau salat mungkin pengaruh plato,antar jiwa dan badan tidak ada hubungan organis tapi ada hubungan instrumental.

Substansi Tuhan__________

Substansi Jiwa ___ Sufis

Substansi Badan __ Plato __

Manusia itu universal, Ruh itu akal secara universal

Jiwa (Soul), particular (individu) di bawah Ruh.

Manusia Kepala (Akal/Aqlun) : visi,gerak berdasarkan kearifan/pengetahuan

Manusia Dada (Emosi/Ghadabiyah) :+/- ; terkait dengan herois, romantisme

Manusia Perut (Biologis/Syhawat) :+/- ;kenikmatan, kesenangan

Pembagian filsafat ke dalam cabang-cabang filsafat :

  1. Ontologi ; terkait dengan Realitas (Being)

  2. Epistemologi ; Logika,metode ilmu pengetahuan, filsafat ilmu,ilmu pengetahuan

  3. Aksiologi ; etika, Estetika

Ontologi ; studi tentang ‘ada’,studi yang ada sebagai yang ‘ada’ (being an being)

Studi tentnag hakikat ‘ada’ (being, wujud).,mengkaji sesuatu cara benda-

modus relasi dengan entitas-entitas lain.

Ontis ; ada, being

Logi (logos) ; studi tentang

Contoh : 1. kertas

Berasal bubur kayu (pulp) diolah menjadi kertas

Kausa (sebab) Efek (akibat)

2. Cahaya matahari yang sekarang kita lihat merupakan cahaya

matahari 8 menit yang lalu.Cahaya bintang 1000 yang lalu.

Masalah Ontoligi :

  1. Substansi – Aksiologi

  2. Eksistensi – Esensi

  1. Kontingensi – Necessity

  2. Imposibility –Possibility

  3. Sebab – Akibat

  4. Mitos – Pluralitas

  5. Potensi – Aktos

Contoh :

  1. Segitiga memiliki sudut tegak lurus  area possibility

  2. Segitiga memiliki 4 sisi  area Impossibility

  3. Segitiga memiliki junlah sudut yang sama dengan sudut lurus  area Necessity (kepastian) ; harus dibuktikan dg metode deduksi

Ontologi terkait juga ; metafisika,teologi,kosmologi

Epistemologi, sabang filsafat yang membahas ;

  1. Hakikat pengetahuan

  2. Sumber-sumber pengetahuan

  3. Struktur pengetahuan

  4. Validitas kebenaran pengetahuan

  5. Batasan pengetahuan

  6. Kemungkinan pengetahuan

Contoh ; Tahu ; haidrnya gambaran (Tashawwur) dalam pikiran,berupa ;

  1. Konsepsi

  2. Ide

  3. Imajinasi

  4. Indera Empirisme

  5. Intuisi

Konteks Justifikasi (Context of justification) – memakai akal, Konteks discovery ( Context of discovery) – memakai wahyu.

Menurut filosof ; Akal adalah bagian wahyu. Nabi adalah akalnya batin

Manusia sadar adanya “asumsi-2 / Anggapan-2 terhadap alam tanpa memutuskan benar atau salah.(Justifikasi)

Filosofis Generik

Akademis

Kosmologi tradisi ; alam mepunyai simbol-simbol, Kosmologi modern ; alam hanya mempunyai kuantias, tidak mempunyai simbol-simbol.

Kematian adalah akhir dari sebauh proses bukan kesempurnaan.Manusia Otentik harus datang dari diri sendiri,mengikuti aturan diri sendiri ? mengitkuti aturan orang lain.Otentik/Otonom : sejauh kita melihat sesuatu contoh dari dalam/luar/totem dengan kesadaran,contoh : lampu merah menyerobot dengan kesadaran,taat lalu lintas dengan kesadaran.Heteronom : tidak dengan kesadaran.Kejujuran bagian dari sifat otentik,ada unsure futuris(otentik).Orisinal :keaslian,keberasalan.

Manusia Baru,Paradigma kepada pradigma baru/ Transsubstansial (lebih pada penyempurnaan) : gerakan perubahan manusia, ada 2 yaitu 1. Perubahan Fisika, 2. perubahan kimia. Substansi : real bukan aksiden ; kuantitas,kualitas,posisi.

Manusia Menuhan Transpersonal : mencari kekuatan eksternal spt Tuhan. Locus adalah sebuah tempat. Sains bisa bicara tentang spiritualitas. Knowledge by concepts and by presence.Kehendak kebebasan manusia tidak bertentangan dengan kehendak mutlak.Tuhan. Manusia bertuhan  To have.





Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: